Selasa, 20 November 2012

Psikologi (tema-1. APA ITU PSIKOLOGI SAMBUNGANNYA TERHADAP DISIPLIN ILMU KOMUNIKASI DAN LINGKUP PSIKOLOGI KOMUNIKASI)


“APA ITU PSIKOLOGI SAMBUNGANNYA TERHADAP DISIPLIN ILMU KOMUNIKASI DAN LINGKUP PSIKOLOGI KOMUNIKASI

v  Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
Menurut asalnya katanya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno:"ψυχή" (Psychē yang berarti jiwa) dan "-λογία" (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
v  Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejala-gejala dan kegiatan – kegiatan jiwa.

Sejarah singkat psikologi
1.    Sejarah perkembangan psikologi dari jaman yunani dan romawi kuno hingga psikologi sebagai ilmu

Sejarah psikologi dapat dilacak sejak masa kuno, ketika orang mengajukan pertanyaan tetang hakikat manusia dan mencoba menjelaskan tentang prilaku manusia. Aristoteles memperkenalkan konsep pikiran sabagai tabularasa (keadaan kosong), yang tetap akan kosong sampai dengan “ ditulis” oleh pengalaman. Sembilan belas abad kemudia filsuf Inggris John Locke (1632 – 1704) mengadopsi istilah tersebut untuk mengeprisikan pandangannya mengenai pikiran manusia yang kemudian dikenalan sebagai teori Tabula rasa, artinya manusia dilahirkan ibarat selembar kertas kosong. Pengalamanlah yang akan mencoret-coret kertas tersebut. Filsuf Peranci Rene Descartes ( 1596 – 1650) menyatakan bahwa kita dilahirkan dengan gagasan dan kemampuan-kemampuan tertentu, tubuh dan pikiran adalah dua bagian yang terpisah namun saling mempengaruhi satu sama lain

Psikologi sendiri pertama kali disebut pada tahun 1530, yakni digunakan oleh seorang Jerman bernama Philipp Melanchton. Ia menggunakan istilah psikologi untuk judul topik ceramah akademisnya mengenai jiwa. Penggunaan isitlah tersebut dimaksud-kannya untuk membedakan dengan topik lain yang disebut pneumatologi. Pneumatologi adalah studi mengenai jiwa manusia yang berkaitan dengan malaikat, roh jahat, dan Tuhan.

Tahun 1897 dianggap sebagai tahun kelahiran psikologi sebagai ilmu. Kelahiran ini ditandai oleh didirikannya laboratorium psikologi pertama di leipzig, Jerman, oleh peneliti Wilhelm Wundt (1832-1920) Wundt adalah orang pertama yang meyatakan dirinya sebagai ahli psikologi dan menamakan laboratoriumnya “ laboratorium psikologi “. Itulah sebabnya Wundt dikenal sebagai “ Bapak psikologi”


Hubungan Antara Psikologi Dan Komunikasi dapat dilihat dua aspek yaitu ;

     1.      Secara Historis :

a.  Sesungguhnya psikologi adalah  akar dari ilmu komunikasi, selain sosiologi, antropologi, dan filsafat.

b.      Founding fathers ilmu komunikasi juga terdiri dari  sarjana psikologi  seperti  Wilbur schraam, Kurt Lewin, Paul Lazarfeld dan Carl I Hovland.





2.   Secara Taxonomi  Keilmuan

Komunikasi merupakan instrumen atau bagian dari psikologi sosial sebagai sarana  memenuhi kebutuhan dorongan untuk berhubungan dengan orang lain.

Meskipun begitu komunikasi bukan sub disiplin dari psikologi, apa yang menjadi bahan kajian dalam komunikasi juga dipelajari dalam psikologi. 
Ruang Lingkup psikologi komunikasi juga terdiri dari :

1.   Sistem komunikasi intrapersonal

Komunikasi intrapribadi atau Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara self dengan God. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan. Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pengetahuan mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi dan kesadaran (awareness) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.

2.   Sistem komunikasi interpersonal

Kita dapat memahami makna atau pengertian dari komunikasi interpersonal dengan mudah jika sebelumnya kita sudah memahami makna atau pengertian dari komunikasi intrapersonal. Seperti menganonimkan saja, komunikasi intrapersonal dapat diartikan sebagai penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri. Jadi dapat diartikan bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang membutuhkan pelaku atau personal lebih dari satu orang. R Wayne Pace mengatakan bahwa komunikasi interpersonal adalah Proses komunikasi yang berlangsung antara 2 orang atau lebih secara tatap muka.
•          Komunikasi Interpersonal menuntut berkomunikasi dengan orang lain. Komunikasi jenis ini dibagi lagi menjadi komunikasi diadik, komunikasi publik, dan komunikasi kelompok kecil.
•          Komunikasi Interpersonal juga berlaku secara kontekstual bergantung kepada keadaan, budaya, dan juga konteks psikologikal. Cara dan bentuk interaksi antara individu akan tercorak mengikuti keadaan-keadaan ini.


3.   Sistem komunikasi kelompok
Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konperensi dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984). Michael Burgoon (dalam Wiryanto, 2005) mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.


4.   Sistem komunikasi massa

Menurut Bittner (1980:10)
“Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.”
· Menurut Garbner (1967)
“Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paing luas dimiliki orang dalam masyarakat industry.”
· Ruben (1992)
“Komunikasi massa adalah proses di mana informasi diciptakan dan disebarkan oleh organisasi untuk dikonsumsi oleh khalayak.”
Dari definisi-definisi diatas dapat diambil suatu rangkuman definisi bahwa komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau media elektronik sehingga pesan yang sama dapat disampaikan secara serempak dan sesaat. Atau dengan kata lain, komunikasi massa adalah proses penyampaian pesan yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada klayak yang sifatnya missal melalui alat-alat yang bersifat mekanis.
Ada tiga bagian fungsi utama ruang lingkup komunikasi, yaitu

1.   Memahami diri sendiri dan orang lain

Salah satu yang harus kita perhatikan dari komunikasi adalah memahami diri sendiri dan orang lain. Dengan kata lain, kita bergantung pada komunikasi untuk membangun kesadaran diri kita. Pakar komunikasi Thomas Hora menyatakan, “ untuk memahami dirinya sendiri orang lain ia butuh untuk memahami orang lain “. Melalui proses komunikasi, kita sampaikan dengan jelas, pada kondisi apa sajakah kita memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain, serta apakah kita mampu secara efektif membuat keputusan atau menyelesaikan konflik dan masalah.

2.   Mempankan Hubungan yang Bermakna
Komunikasi menawarkan kita kesempatan untuk memuaskan apa yang disebut oleh psikologi William Schutz sebagai “ kebutuhan kita untuk inkluisi, control, dan efeksi”
Inkluisi adalah kebutuhan kita untuk bersama dengan orang lain, untuk mengadakan kontak sosial.
Kebutuhan untuk control adalah kebutuhan kita untuk merasa bahwa kita itu mampu bertanggung jawab bahwa kita mampu untuk bekerja sama dan mengelola lingkungan kita.
Kebutuhan efeksi adalah kebutuhan kita untuk menyatakan dan menerima cinta atau kasih sayang.
3.    Mengubah Sikap dan Perilaku
Kita menghabiskan banyak waktu untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar berpikir, seperti apa yang kita pikir, bertindak sebagaimana kita lakukan, dan menyukai apa yang kita suka. Kadangkala upaya kita berhasil dan kadangkala kita gagal.
Komunikasi yang kita bahas adalah komunikasi antarmanusia. Dalam memahami manusia dan dalam interaksi, kita tak sendiri. Dalam diri manusia ada begitu banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Contohnya, seseorang yang keliatan religious, sopan, bisa jadi seorang penjahat. Namun, sebaliknya seseorang yang kelihatan kasar, urukan, dan berwajah seram bisa jadi menjadi maikat penolong yang muncul pada saat kita butuhkan.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar